Saya seorang penerjemah.
Bukan penerjemah seperti ada orang asing menjadi pembicara dalam suatu acara kemudian saya berdiri dengan mikrofon dan menyuarakan bahasanya menjadi bahasa Indonesia kepada ratusan pendengar lain.
No, I'm not that kind of translator. May be haven't yet.
Bukan juga penerjemah seperti ada orang asing datang ke suatu perusahaan dan tidak bisa berbahasa Indonesia, lalu saya menafsirkan pesannya tentang mesin, proses kerja atau daya yang dihabiskannya. No, I'm not that kind of translator too. May be haven't yet.
Penerjemah yang saya maksudkan di sini adalah penerjemah seperti ini.
Ketika ada orang yang tidak bisa berbahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Jerman, Korea, Jepang, Prancis, dsb dan saya berada pada posisi mengetahui bahasa-bahasa itu, ketika itulah aura penerjemah saya keluar. Bukan yang levelnya advance memang, tetapi cukup untuk mengajak berkenalan, menanyakan kabar dan barangkali berbicara sehari-hari yang mengundang tawa dengan segenap bahasa tubuh dan bahasa hati. Seringkali ketika ada orang yang menemukan orang yang bisa berbahasa sama dengan mereka, orang itu merasa lebih gembira. Dan kenyataan melihat senyum gembira dan mata ceria merekalah yang membuat saya selalu dan akan selalu termotivasi untuk terus mempelajari bahasa mereka.
Nah, suatu hari, teman saya yang orang Indonesia tapi lebih lancar bahasa Inggrisnya bertanya, "Pernahkan mereka memberikanmu hadiah?"
Bukan hadiah dalam kotak yang dibungkus dengan kertas indah dan diikat dengan pita cantik. Bukan, bukan hadiah semacam itu. Tetapi, adakah hadiah-hadiah yang lebih berharga dari hadiah seperti di bawah ini?
Duduk manis di bawah pohon kelapa di tepi kolam atau mendengarkan lagu di mobil sambil mendapatkan pengetahuan bagaimana cara orang mereka biasanya makan buah tertentu dan di saat apa, apa yang orang mereka lakukan sehabis makan, seberapa penting kata A dalam bahasa mereka, bagaimana mereka hidup di negara mereka mulai dari kecil dan sampai bisa terdampar di Indonesia dan menjadi jatuh cinta dengannya, bagaimana cara mereka menghabiskan minuman tertentu pada saat tertentu, bagaimana orang mereka akan bereaksi ketika Anda mengatakan hal B, alasan mengapa potongan rambut orang mereka rata-rata seperti itu, bagaimana cara mereka memainkan hompimpa ala negara mereka dan bagaiman mereka bermain sebelum era digital, bagaimana mereka hidup di negara dengan musim seperti itu, bagaimana pandangan mereka tentang negara Indonesia, dan mungkin akan bertambah semakin banyak lagi seiring saya bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang,
Hal-hal tersebut adalah salah satu memori paling indah dalam hidup saya dan karenanya saya akan terus belajar bahasa asing.
I want to be that kind of translator.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar